Penjelasan Pemisah Parkir Kota Laki-laki dan Perempuan Pemerintah Kota Depok

Jakarta, Tipssekitar.xyz - Fenomena parkir kendaraan bermotor antara pria dan wanita yang terpisah banyak ditemukan di kota Depok, Jawa Barat.


Kepala Dinas Transportasi Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan bahwa lokasi kendaraan roda dua antara pria dan wanita bukan kebijakan Pemerintah Kota Depok.
Dadang menjelaskan bahwa ini adalah kebijakan manajemen parkir yang telah diterapkan sejak lama untuk mempermudah perempuan memarkir kendaraan mereka.

"Tidak ada regulasi (peraturan daerah) yang mengatur. Ini hanya kebijakan manajemen parkir," kata Dadang kepada Tipssekitar.xyz, Selasa (9/7).

Menurut Dadang parkir terpisah di sejumlah tempat di Kota Depok sudah mulai jamak, mulai dari gedung pemerintah, hingga pusat perbelanjaan.

Parkir terpisah untuk pengendara wanita dan pria biasanya ditemukan di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta, terutama untuk wanita, biasanya ada tanda-tanda parkir wanita.

Biasanya parkir khusus wanita terletak tidak terlalu jauh dari pintu masuk gedung, atau tempat parkir dibuat agar tidak 'menyulitkan' pengemudi wanita. Dalam hal ini wanita akan lebih mudah dalam proses parkir atau saat melepas kendaraan.

Meskipun sudah memiliki lokasi parkir sendiri, dalam penerapannya perempuan sering parkir di titik mana pun. Alasannya, area parkir wanita sangat terbatas.

Menurut Dadang, parkir khusus perempuan juga merupakan implementasi dari program 'Pengarusutamaan Gender' yang dibuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Jadi, sejak 2004, program itu sudah ada. Salah satunya ada di program, termasuk menyediakan parkir untuk perempuan, tidak hanya di gedung. Tapi juga di tahi lalat," kata Dadang.

Lebih lanjut Dadang membantah bahwa penerapan lokasi parkir antara pria dan wanita adalah upaya untuk membuat Depok menjadi 'kota syariah'.

"Itu membuat lebih mudah bagi perempuan, perhatian pemerintah dan dunia bisnis bagi perempuan. Itu juga bukan sesuatu yang baru. Jadi itu bukan dikotomi atau terkait dengan peraturan syariah," tutup Dadang.

Sumber/cnnindonesia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel