Sebagai pengacara untuk Habil Marati, Yusril menggunakan penangguhan penahanan

Tipssekitar.xyz, Jakarta - Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara tersangka dalam kasus yang melibatkan pembunuhan empat tokoh nasional, Habil Marati.

Catatan penangguhan penahanan Habel disiapkan. Yusril mengatakan bahwa keluarga Habil adalah penjamin penangguhan penahanan.



HomeNews Event
Sebagai pengacara untuk Habil Marati, Yusril menggunakan penangguhan penahanan
Liputan6.comLiputan6.com
10 Juli 2019, 20:50 WIB

Yusril menjadi pengacara Abel. © 2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra
Yusril menjadi pengacara Abel. © 2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra
Liputan6.com, Jakarta - Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara tersangka dalam kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional, Habil Marati.

Catatan penangguhan penahanan Habel disiapkan. Yusril mengatakan bahwa keluarga Habil adalah penjamin penangguhan penahanan.

Baca juga
Yusril disebut pengacara oleh tersangka yang diduga merencanakan pembunuhan tokoh negara
Yusril: tidak ada tawaran untuk menjadi posisi Menteri Jokowi
Yusril: sengketa pemilihan presiden tidak berada dalam yurisdiksi Mahkamah Internasional
"Kami telah membahas kemungkinan Pak Habil diskors, hanya keluarganya (penjamin) nanti, jika perlu, kami akan memiliki jaminan tambahan, saya akan menghubungi teman-teman lain untuk membuat jaminan," kata Yusril di Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/10/2019). )

Yusril mengatakan permintaan penangguhan penahanan telah diajukan karena kondisi kesehatan Habil telah menurun selama ia tinggal di Kepolisian Daerah Metro Jaya.

"Tampaknya juga salah, Tuan Habil Marati," kata Yusril.

Dia juga mengungkapkan bahwa kliennya mengklaim bahwa dana yang disediakan bukan untuk rencana pembunuhan, seperti yang diklaim polisi.

"Setiap kali apa yang disampaikan oleh Pak Habil, dia memberikan dana untuk kegiatan tertentu, tetapi dia tidak mengerti senjata apa yang dibeli Pak Habil," kata Yusril.

Menurut Yusril, Habil mengaku sebagai donor dana untuk kegiatan tertentu dan bukan untuk pembunuhan atau pengkhianatan. Yusril akan mengeksplorasi kasus ini. Tunggu hukumnya adil.

"Sebenarnya, arahannya adalah untuk membiayai kegiatan yang tidak benar-benar mengarahkan pengkhianatan atau membunuh orang-orang itu, itulah yang dikatakan Pak Habil," kata Yusril.

Serahkan pada Yusril
Pada kesempatan yang sama, Habil mengatakan bahwa dia menyerahkan kasus itu sepenuhnya kepada Yusril.

"Saya mengirimkannya sepenuhnya dan saya membukanya kepada pengacara saya, Yusril Ihza Mahendra, sehingga semuanya akan memungkinkan dia untuk memukul Yusril, yang menjelaskannya kepada publik," kata politisi PPP.

Untuk mengetahuinya, Abel Marati dikenal sebagai pelaksana dana empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan. Wadireskrimum Polda Subway Jaya, AKBP Ade Ary Syam, mengungkapkan bahwa Habil mengirimkan uang kepada mantan Kepala Staf Kostrad, jenderal besar (pensiunan) Kivlan Zen seharga SGD 15 ribu, setara dengan Rp150 juta.

Kivlan dipanggil untuk memberikan uang kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli meriam panjang dan pendek.

Senjata itu dipanggil untuk membunuh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Kelautan Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden Intelijen dan Keamanan Goris Mere

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel